by

Kang Abdulloh Mubarok, UAM: Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Pesantren di Lemah abang Cirebon

Perdana News Garut.Com– Untuk menjawab tantangan bonus demografi tahun 2024 dimana Indonesia akan mengalami surplus tenaga produktif, Kang Ustadz Abdullah Mubarok, S.IP., M.Si. (UAM) mendukung hadirnya Pesantren Tahfidz Al-quran Sunan Gunung Jati Cirebon yang merupakan cabang Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an didirikan oleh Ustadz Yusuf Mansur (UYM), berlokasi di Kamp. Qur’an, Cipondoh, Tangerang. Sebuah kawasan yang dibangun oleh PPPA Daarul Qur’an, di lokasi inilah sebagai pusat pengembangan ilmu Qur’an, pelatihan dan menjadi sentra Pembibitan Penghafal Al Qur’an.

“Tantangan bonus demografi ini apabila tidak dipersiapkan dengan baik akan menjadi bom waktu yang justru mengancam masa depan bangsa, karena pemuda hari ini adalah calon pemimpin masa yang akan datang”. Ungkap UAM.

“Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk Indonesia pada bulan September 2020 dalam Berita Resmi Statistik No. 07/01/Th. XXIV tanggal 21 Januari 2021, jumlah penduduk Indonesia adalah 270,20 Juta Jiwa, bertambah 32,56 Juta Jiwa dibandingkan Sensus Penduduk Tahun 2010. Indonesia berada di peringkat nomor 4 dalam daftar negara berdasarkan jumlah penduduk, dengan kepadatan populasi 151 per Km² dan usia rata-rata 29,7 tahun. Tahun 2030 Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi (https://www.kominfo.go.id, 2020). Jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa”. Tambah UAM


UAM bercerita bahwa KH. Muhammad Hasan memberikan amanah kepada Kang UAM, untuk membantu pembangunan pesantren tersebut dan menunjuknya sebagai Humas Pesantren Tahfidz Al-quran Sunan Gunung Jati Cirebon.
Melalui berita di media online ini, UAM berharap dapat memberikan edukasi dan juga menyakinkan masyarakat untuk menberikan dukungan materi bahan-bahan bangunan dan doa, karena pesantren tersebut baru berhasil menerima tanah wakaf dan tahap pembangunan fondasi. Pasalnya, imbuh dia, pesantren ini mudah-mudahan menjadi solusi atas kegalauan masyarakat yang anak-anaknya sibuk atau kecanduan gadget.


“Diharapkan semua masyarakat dapat mendukung penuh terealisasinya pembangunan pesantren ini karena sudah memiliki santri yang relatif banyak berjumlah 260 santri, dengan dukungan tenaga pengajar hafidz dan hafidzhoh berjumlah 8 orang, namun sarana gedung yang sangat minim,” tandasnya.

(Endrian/PN)

PERDANANEWS