by

Menuntut Keadilan, SR Istri Terdakwa Kasus Raskin di Cibalong Garut, Sambangi Propam Polda Jabar

PERDANA NEWS GARUT.COM-SR istri terdakwa kasus raskin di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut mendatangi Propam Polda Jabar untuk menuntut keadilan atas kasus penyelewengan beras miskin yang membelit suaminya di Desa Mekarsari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut yang saat ini kasusnya sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jum’at (30/04/2021).

Kedatangan SR ke Divisi Propam Polda Jabar didampingi kuasa hukum Tipak Yusa Nainggolan dari kantor Hukum Yogi Nainggolan, SH, M.H, kedatangan mereka mempertanyakan sejauhmana kelanjutan perkembangan laporan yang telah dilayangkan 02 Oktober 2020 lalu ke Propam Polda Jabar. Dalam laporannya, SR menguraikan persoalan kasus yang menjadikan suaminya, DS sebagai tersangka dan saat ini sudah menjalani persidangan dan telah dituntut 7 tahun.

Menurut SR,  dia menuntut keadilan. Pasalnya, suaminya yang bukan aktor utama dijadikan tersangka, sementara ada pihak lain yang seharusnya menjadi pelaku utama tapi didiamkan.

“Hingga saat ini pelaku utama belum tersentuh hukum yang hanya dijadikan saksi padahal suami saya hanya pekerja dari perusahaan tersebut. Sedangkan pemilik perusahaan tidak dilakukan penyelidikan dan penyidikan bahkan lolos dari tuntutan hukum,” terangnya.

Sementara itu Kuasa Hukum terdakwa, Tipak Jusa Nainggolan SH kepada sejumlah awak media menegaskan perihal kedatangannya terkait pendampingan istri terdakwa DS, juga sehubungan adanya progres laporan yang pernah diajukan sebelumnya ke penyidik Propam Polda Jabar.

“Ingin tahu perkembangan laporan ini. Katanya penyidik propam yang menangani, menjanjikan memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dalam waktu dekat ini. Kita tunggu saja keseriusannya,” ujar Tipak. 

Diketahui, kasus yang menjerat terdakwa DS yang ditangani Polres dan Kejari Garut ini telah menyeret juga AS, Kades Mekarsari, Kec. Cibalong, Kab. Garut. Kasus penyelewengan raskin tahun 2017 lalu Rp 1,7 M.

“Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan, namun baru dua orang pelaku yang diajukan ke meja hijau. Kita menuntut keadilan agar sejumlah pihak juga harus disentuh hukum. Ini baru namanya adil,” tandasnya.

Saat awak media meminta tanggapan penyidik terhadap kedatangan pelapor, salah seorang petugas Propam menegaskan bahwa bukan kapasitasnya untuk menyampaikan keterangan. “Maaf, silahkan tanya Pak Kanit saja,” kata seorang petugas di ruang Propam Polda Jabar lantai 2.Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago ketika mau dikonfirmasi via telepunnya selulernya kebetulan HP nya tidak aktif.**

(Abie/PN)

PERDANANEWS